Yogyakarta selalu menawarkan keindahan yang memikat, mulai dari petualangan tebing karst di Gunungkidul, panorama perbukitan di Kulon Progo, wisata budaya di Kota Yogyakarta, hingga keindahan alam lereng Merapi di Sleman dan pantai-pantai di Bantul.
Namun, musim kemarau panjang membawa karakteristik cuaca ekstrem berupa suhu udara tinggi, angin kencang, debu kering, dan keterbatasan air di beberapa titik. Agar liburan Anda di Jogja tetap aman, nyaman, dan bertanggung jawab (responsible tourism), BPBD DIY mengimbau seluruh wisatawan untuk menerapkan Panduan 5-M Kesiapsiagaan Wisatawan:
1.Manajemen Hidrasi Mandiri:Perlindungan Internal.
Suhu udara siang hari di Jogja bisa sangat menyengat. Selalu bawa botol minum (tumblr) sendiri dan minumlah air putih sebelum rasa haus datang untuk menghindari dehidrasi berat atau heat stroke. Hindari terlalu banyak mengonsumsi minuman berkafein atau alkohol saat beraktivitas di bawah terik matahari karena dapat mempercepat dehidrasi.
2.Masker dan Proteksi Fisik:Perlindungan Eksternal.
Angin kencang kemarau sering kali menerbangkan debu kering di jalur-jalur wisata terbuka (seperti kawasan gumuk pasir, tebing, atau rute jip wisata). Selalu siapkan masker di tas Anda, gunakan kacamata hitam untuk melindungi mata dari iritasi debu, serta aplikasikan tabir surya (sunscreen) untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV berlebih.
3.Bijak Menggunakan Air Bersih:Perilaku Bijak Air.
Beberapa destinasi wisata, khususnya di kawasan perbukitan dan pesisir selatan, mengalami penurunan debit air tanah. Hormati masyarakat lokal dengan menggunakan air secara bijak di toilet umum, penginapan, atau homestay. Pastikan kran air ditutup rapat setelah digunakan dan hindari membuang-buang air bersih secara sia-sia.
4.Mutlak Hindari Pemicu Kebakaran Lahan:Pencegahan Risiko Kebakaran.
Kondisi semak dan rumput di sekitar destinasi wisata alam saat ini sangat kering dan mudah terbakar. Jika Anda melakukan aktivitas camping atau hiking:
- Dilarang keras membuat api unggun di area vegetasi kering.
- Jangan pernah membuang puntung rokok sembarangan; pastikan bara api benar-benar mati total sebelum dibuang di tempat sampah.
- Bagi pengguna flare atau kembang api untuk keperluan fotografi, ketahuilah bahwa tindakan ini sangat berbahaya dan dilarang di kawasan rawan kebakaran lahan.
5.Mengenali Lingkungan Sekitar:Kesiapsiagaan Darurat.
Saat berkunjung ke destinasi wisata, sempatkan untuk melihat papan informasi keselamatan atau menanyakan posisi pos kesehatan/petugas penyelamat (SAR/Pengelola) kepada kru wisata. Simpan nomor darurat lokal atau ketahui arah evakuasi jika tiba-tiba terjadi situasi darurat seperti kebakaran lahan di sekitar lokasi wisata.

0 Komentar