Yogyakarta – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerima kunjungan Visitasi Kepemimpinan Nasional (VKN) Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XX Provinsi Bali Tahun 2026, Rabu (2/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran peserta PKN untuk melihat secara langsung praktik kepemimpinan strategis dan tata kelola organisasi di daerah.
VKN PKN Tingkat II Angkatan XX Provinsi Bali mengangkat tema besar “Kepemimpinan Adaptif dalam Transformasi Tata Kelola Ekonomi Kreatif dan Kepariwisataan untuk Memperkuat Daya Saing Daerah”, dengan salah satu subtema “Kepemimpinan Adaptif dalam Tata Kelola Mitigasi Bencana untuk Mewujudkan Resiliensi Kepariwisataan.” BPBD DIY bersama Dinas Pariwisata DIY ditetapkan sebagai lokus visitasi.
Dalam kunjungan tersebut, BPBD DIY menyampaikan praktik penanggulangan bencana yang dilakukan untuk menghadapi karakter risiko DIY yang kompleks. Materi diawali dengan gambaran multi-hazard dan multi-stakeholder, yang menempatkan pengelolaan risiko bencana sebagai kerja bersama lintas sektor. Risiko yang dibahas antara lain gempa bumi, tsunami, erupsi Gunung Merapi, banjir, longsor, kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, cuaca ekstrem, serta gelombang ekstrem dan abrasi.
Penguatan kesiapsiagaan di sektor pariwisata juga menjadi bagian penting. BPBD DIY memaparkan pendekatan edukasi, pelatihan dan simulasi di sektor perhotelan, termasuk pengenalan ancaman, penanganan kondisi darurat, penggunaan peralatan keselamatan, evakuasi, serta pengenalan jalur dan titik kumpul.
Praktik baik lainnya meliputi Tsunami Ready Community di Glagah, Kemadang dan Parangtritis; integrasi mitigasi dalam pengembangan kawasan Yogyakarta International Airport (YIA); konsep Geosite Tangguh Bencana (Gestana); serta kesiapsiagaan kawasan Merapi melalui jalur dan rambu evakuasi, barak pengungsian, sister village, hingga pemanfaatan komunitas jeep wisata sebagai bagian dari dukungan evakuasi.
Sementara itu, Dinas Pariwisata DIY memperkuat perspektif kepemimpinan adaptif melalui pembelajaran dari penanganan badai Cempaka dan pandemi COVID-19. Materi menekankan pentingnya keputusan berbasis data, pembagian peran yang jelas, respons terkoordinasi, serta sistem yang mampu mengantisipasi risiko, melindungi wisatawan dan mempercepat pemulihan destinasi.
Melalui visitasi ini, peserta tidak hanya mengamati praktik di lapangan, tetapi juga mengidentifikasi keunggulan kompetitif, permasalahan strategis, serta lesson learnt yang dapat diadaptasi di daerah asal.
Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperkuat jejaring antardaerah dalam membangun kepemimpinan adaptif, tata kelola mitigasi bencana, dan pariwisata yang semakin tangguh dan berkelanjutan

0 Komentar