Yogyakarta, 11 September 2026 — Kesiapsiagaan menghadapi pandemi tidak dapat dibangun oleh satu sektor saja. Diperlukan kerja bersama antara sektor kesehatan, kebencanaan, lingkungan, pangan, pemerintah daerah, hingga masyarakat. Semangat kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam pelaksanaan Rapat Koordinasi Persiapan Collaborative Approach for Resilient Surveillance and Pandemic Preparedness in Indonesia (CARE-I) yang diselenggarakan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di Kantor BPBD DIY, Jumat (11/9).
BPBD DIY menjadi tuan rumah pelaksanaan rakor yang digelar secara hybrid tersebut. Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan Pandemic Fund melalui program CARE-I, yang berfokus pada penguatan sistem kesehatan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana nonalam serta ancaman pandemi di masa depan.
CARE-I mendorong pendekatan One Health yang mengintegrasikan berbagai sektor dalam membangun kesiapsiagaan. Penguatan surveilans terpadu, jejaring laboratorium, kapasitas dan kompetensi tenaga kerja, kesiapsiagaan serta respons kedaruratan, hingga pelibatan masyarakat menjadi bagian dari upaya tersebut.
Bagi penanggulangan bencana, pendekatan ini menjadi penting karena ancaman kesehatan dapat berkembang menjadi kondisi kedaruratan yang membutuhkan respons cepat, terkoordinasi, dan berbasis informasi yang kuat. Karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar potensi ancaman dapat dikenali lebih awal dan ditangani secara bersama.
Rakor CARE-I diikuti unsur pemerintah daerah dari DIY, Sleman, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul, dan Kota Yogyakarta, serta perwakilan pemerintah daerah dari DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Kegiatan juga melibatkan unsur Kemenko PMK dan mitra pembangunan, termasuk FAO ECTAD Indonesia.
Melalui koordinasi dan kolaborasi yang semakin kuat, CARE-I diharapkan dapat memperkuat kesiapan berbagai pihak dalam menghadapi ancaman pandemi maupun bencana nonalam. Pada akhirnya, kesiapsiagaan bukan hanya tentang kemampuan pemerintah merespons keadaan darurat, tetapi juga tentang membangun masyarakat yang lebih siap, tangguh, dan mampu menghadapi ancaman kesehatan di masa depan.

0 Komentar