Badan Penanggulangan Bencana Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (BPBD DIY) melaksanakan Sosialisasi Strategi Relawan dan Masyarakat dalam Manajemen Bencana Tahun 2026 di GOR Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Minggir, Kabupaten Sleman pada Jumat, 11 September 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dan relawan menghadapi berbagai potensi bencana, khususnya kekeringan pada musim kemarau.
Kegiatan dibuka oleh Ibu Susana Prisila Riandani, S.E., M.M. dari BPBD DIY, Lurah Sendangsari Bapak Afan Nur Hisan, serta Bapak Tumbuk Punadi, S.T., M.T. dari BPBD Sleman. Materi disampaikan oleh Bapak Arif Kurniawan, S.Ag., M.H. dari DPRD DIY dan Ibu Endah Kurniasih, S.P., M.Si. dari BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II D.I. Yogyakarta.
Lurah Sendangsari menekankan pentingnya kesiapsiagaan sejak sebelum bencana, termasuk pengenalan potensi bahaya, pencegahan, dan penguatan koordinasi hingga tingkat padukuhan. Masyarakat juga diimbau menghemat penggunaan air dan melakukan konservasi, salah satunya melalui pembuatan sumur resapan.
Endah Kurniasih dari BMKG Stasiun Klimatologi Kelas II D.I. Yogyakarta menjelaskan bahwa DIY saat ini mengalami kekeringan meteorologis, yaitu kondisi ketika curah hujan berada di bawah normal dalam periode tertentu.
Kondisi cuaca dan iklim Indonesia dipengaruhi oleh berbagai fenomena atmosfer dan laut. Beberapa faktor utama yang perlu dipahami antara lain:
ENSO (El Niño dan La Niña)
El Niño umumnya menyebabkan penurunan curah hujan dan meningkatkan risiko kekeringan. Sebaliknya, La Niña cenderung meningkatkan curah hujan dan pada kondisi tertentu dapat meningkatkan risiko banjir dan longsor.Monsun Asia–Australia
Perubahan arah angin secara musiman berperan dalam menentukan musim hujan dan kemarau di Indonesia. Pengaruh monsun dapat diperkuat oleh cold surge atau seruakan udara dingin dari Asia.Madden-Julian Oscillation (MJO) dan Kelvin Wave
Kedua fenomena tersebut dapat memengaruhi pembentukan awan dan hujan dalam skala harian hingga beberapa minggu.Indian Ocean Dipole (IOD)
IOD turut memengaruhi curah hujan, terutama di Indonesia bagian barat. IOD positif cenderung mengurangi curah hujan, sedangkan IOD negatif dapat meningkatkan curah hujan.Gelombang Rossby dan Siklon Tropis
Fenomena tersebut dapat memengaruhi pola angin, pembentukan awan, dan curah hujan. Siklon tropis di sekitar Indonesia juga dapat memberikan dampak tidak langsung berupa hujan lebat dan angin kencang.
Musim hujan 2026/2027 diprediksi mulai November dasarian III hingga Desember dasarian I, dengan puncak pada Februari 2027. Informasi tersebut diharapkan menjadi dasar bagi pemerintah, relawan, dan masyarakat dalam menyusun langkah kesiapsiagaan dan pengurangan risiko bencana sesuai kondisi wilayah masing-masing.
Kemarau yang berlangsung panjang dapat menyebabkan penurunan kualitas air dan udara yang perlu diwaspadai agar tidak berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Memasuki awal musim hujan, hujan dapat turun dengan intensitas yang meningkat secara tiba-tiba, termasuk hujan deras berdurasi singkat yang disertai petir.
Masyarakat diimbau melakukan langkah antisipasi sejak dini, antara lain membersihkan selokan dan saluran air agar aliran tidak terhambat serta memeriksa kondisi pohon di sekitar rumah dan fasilitas umum. Ranting atau dahan yang berpotensi patah dan berada dekat jaringan listrik perlu ditangani secara aman untuk mengurangi risiko pohon tumbang maupun gangguan terhadap jaringan listrik.
Kesiapsiagaan yang dilakukan sejak sebelum bencana diharapkan dapat mengurangi risiko dan dampak bencana sekaligus menjaga keselamatan serta kesehatan masyarakat.

0 Komentar