Yogyakarta, 17 Juni 2026. Ribuan masyarakat mengikuti Lampah Budaya Mubeng Beteng dalam rangka Mangayubagya Warsa Enggal Be 1960 di kawasan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Selasa malam hingga Rabu dini hari (16-17/6). Di balik khidmatnya prosesi yang menjadi bagian dari tradisi menyambut Tahun Baru Jawa tersebut, sejumlah petugas kesehatan dan unsur kebencanaan turut bersiaga untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan lancar.
BPBD DIY melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) mengambil bagian dalam dukungan kesehatan selama pelaksanaan laku lampah yang diikuti masyarakat dari berbagai kalangan. Dengan menerjunkan personel dan armada ambulans, TRC BPBD DIY bersiaga memberikan pertolongan pertama apabila dibutuhkan peserta sepanjang kegiatan berlangsung.
Lampah Budaya Mubeng Beteng merupakan tradisi tahunan yang sarat nilai filosofi. Prosesi ini menjadi ruang refleksi diri, memanjatkan doa, serta menyambut pergantian tahun dalam penanggalan Jawa dengan harapan akan kehidupan yang lebih baik. Ribuan peserta berjalan mengelilingi Benteng Keraton dalam suasana hening dan tertib, menjadikan keselamatan dan kesehatan peserta sebagai aspek penting yang perlu mendapat perhatian.
Dalam pelaksanaan dukungan kesehatan, TRC BPBD DIY bergabung bersama PSC DIY selaku koordinator, Basarnas, PMI DIY, BPBD Kota Yogyakarta, PMI Kota Yogyakarta, Puskesmas Keraton, Puskesmas Ngampilan, Puskesmas Gondomanan, Potensi SAR, serta unsur pendukung lainnya. Kolaborasi lintas instansi tersebut menjadi wujud sinergi pelayanan kepada masyarakat pada kegiatan budaya berskala besar.
Keikutsertaan BPBD DIY dalam kegiatan ini mencerminkan komitmen untuk hadir tidak hanya saat terjadi bencana, tetapi juga dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan yang melibatkan banyak peserta. Dukungan kesehatan yang diberikan menjadi bagian dari upaya menciptakan rasa aman sekaligus mendukung kelestarian tradisi budaya yang menjadi identitas Yogyakarta.
Melalui kesiapsiagaan petugas dan kolaborasi seluruh unsur yang terlibat, Lampah Budaya Mubeng Beteng Tahun Baru Jawa Be 1960 dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan khidmat, sehingga masyarakat dapat menjalankan tradisi penuh makna tersebut dengan nyaman.

0 Komentar